Pages

Subscribe:
Tampilkan postingan dengan label kisah teladan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah teladan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Juni 2012

Peganglah Tangan Saudaramu dan Masuklah Kalian ke dalam Surga


Ada sebuah kisah mengharukan mengenai ukhuwah antar 2 insan manusia yang mengajarkan betapa indahnya memaafkan kesalahan orang lain. Simaklah cerita berikut...

Dari Anas ra. dia berkata, “Suatu ketika Rasulullah saw. sedang duduk bersama kami. Kemudian beliau melihat kearah kami dan tertawa hingga terlihat gigi serinya.

Umar ra. berkata, ‘Wahai Rasulullah, demi ayahku, engkau, dan ibuku apa yang menyebabkan engkau tertawa?’

Beliau menjawab, ‘Ada dua orang laki-laki dari umatku berlutut di hadapan Allah Yang Mahagagah, berkah, dan Mahatinggi. Salah satu di antara mereka berkata, ‘Wahai Tuhanku, pindahkanlah pahala saudaraku untukku karena perbuatan zalim padaku!’ Kemudian Allah berfirman,

Rabu, 23 Mei 2012

Janji Bertemu di Surga


Al-Mubarrid menyebutkan dari Abu Kamil dari Ishaq bin Ibrahim dari Raja' bin Amr An-Nakha'i, ia berkata, "Adalah di Kufah, terdapat pemuda tampan, dia kuat beribadah dan sangat rajin. Suatu saat dia mampir berkunjung ke kampung dari Bani An-Nakha'. Dia melihat seorang wanita cantik dari mereka sehingga dia jatuh cinta dan kasmaran. Dan ternyata, si wanita cantik ini pun begitu juga padanya. Karena sudah jatuh cinta, akhirnya pemuda itu mengutus seseorang melamarnya dari ayahnya. Tetapi si ayah mengabarkan bahwa putrinya telah dijodohkan dengan sepupunya. Walau demikian, cinta keduanya tak bisa padam bahkan semakin berkobar.

Si wanita akhirnya mengirim pesan lewat seseorang untuk si pemuda, bunyinya, 'Aku telah tahu betapa besar cintamu kepadaku, dan betapa besar pula aku diuji dengan kamu. Bila kamu setuju, aku akan mengunjungimu atau aku akan mempermudah jalan bagimu untuk datang menemuiku di rumahku'.

Dijawab oleh pemuda tadi melalui orang suruhannya, 'Aku tidak setuju dengan dua alternatif itu, "sesungguhnya aku merasa takut bila aku berbuat maksiat pada Rabbku akan adzab yang akan menimpaku pada hari yang besar." (Yunus:15) Aku takut pada api yang tidak pernah mengecil nyalanya dan tidak pernah padam kobaranya.'

Ketika disampaikan pesan tadi kepada si wanita, dia berkata,

Pencuri dan Abid (Ahli Ibadah)


Di zaman Nabi Musa a.s. ada seorang hamba Allah yang kerjanya mencuri. Sudah 40 tahun dia mencuri. Suatu hari, dia melihat Nabi Musa a.s. sedang berjalan. Terlintas di hatinya untuk berjalan bersama Nabi Musa a.s. Katanya: “ Kalau aku dapat berjalan bersama Nabi Musa, mudah-mudahan ada juga berkatnya untuk aku.”

Tetapi setelah difikirkannya semula, dia tidak jadi melangsungkan niatnya itu. Dia berkata, “Aku ini pencuri. Manalah layak pencuri macam aku ini berjalan bersama seorang nabi.” Sejurus kemudian, dia terlihat pula seorang abid berlari-lari anak mengejar Nabi Musa a.s. dari belakang. Si abid ini telah beribadah secara istiqamah selama 40 tahun dan dikenali orang. Si pencuri itu berkata di dalam hatinya, “Baik aku berjalan bersama si abid ini. Moga-moga ada juga baiknya untuk aku.”

Lantas si pencuri menghampiri si abid dan meminta kebenaran untuk berjalan bersamanya.

Selasa, 22 Mei 2012

Unta Menjadi Hakim


Pada zaman Rasulullah s.a.w, ada seorang Yahudi yang menuduh orang Muslim mencuri untanya. Maka dia datangkan empat orang saksi palsu dari golongan munafik. Nabi s.a.w lalu memutuskan hukum unta itu milik orang Yahudi dan memotong tangan Muslim itu sehingga orang Muslim itu kebingungan. Maka ia pun mengangkatkan kepalanya menengadah ke langit seraya berkata, "Tuhanku, Engkau Maha Mengetahui bahawa sesungguhnya aku tidak mencuri unta itu."

Selanjutnya orang Muslim itu menemui Nabi SAW dan berkata, "Wahai Rasulullah, sungguh keputusanmu itu adalah benar, akan tetapi mintalah keterangan dari unta ini."

Kemudian Nabi s.a.w bertanya kepada unta itu, "Hai unta, milik siapakah engkau ini ?"

Unta itu menjawab dengan kata-kata yang fasih dan terang,

Delapan Dirham Rasulullah


Rasulullah pagi itu sibuk memperhatikan bajunya dengan cermat. baju satu-satunya dan itupun ternyata sudah usang. baju yang setia menutup aurat beliau. meringankan tubuh beliau dari terik matahari dan dinginnya udara. Baju yang tidak pernah beristirahat.

Tetapi beliau tak mempunyai uang sepeser pun. Dengan apa beliau harus membeli baju? Padahal baju yang ada sudah waktunya diganti. Rasulullah sebenarnya dapat saja menjadi kaya mendadak, bahkan terkaya di dunia ini. Tapi sayang, beliau tak mau mempergunakan kemudahan itu. Jika beliau mau, Allah dalam sekejap bisa mengubah gunung dan pasir menjadi butir-butir emas yang berharga. Beliau tak sudi berbuat demikian karena kasihnya kepada para fakir yang papa. Siapakah yang akan menjadi teladan jika bukan beliau..? Contoh untuk menahan derita, menahan lapar dan dahaga, menahan segala coba dan uji Allah dengan kesabaran. Selalu mensyukuri nikmat Allah berapa pun besarnya. Siapa lagi kalau bukan beliau yang menyertai umatnya dalam menjalani iradat yang telah ditentukan Allah. Yaitu kehidupan dalam jurang kedukaan dan kemiskinan. Siapa pula yang harus menghibur mereka agar selalu bersabar dan rela dengan yang ada selain beliau? Juga siapa pula yang harus menanamkan keyakinan akan pahala Allah kelak di akhirat jika bukan beliau?

Kamis, 17 Mei 2012

Ketika Kehendak ALLAH SWT Tak Dapat Kita Pahami


Simaklah kisah menarik ini,

Dahulu ada dua orang raja: raja mukmin dan raja kafir. Raja yang kafir sakit, ia membutuhkan sejenis ikan bukan pada musimnya sebagai obatnya. Waktu itu, jenis ikan tersebut berada di dasar samudra. Para tabib yang putus asa menasehatkan agar raja segera memilih penggantinya...

“Obat baginda pada ikan tersebut, kita tak mungkin mendapatkannya,” kata mereka.

Allah lalu mengutus salah seorang malaikat untuk mengiring ikan itu keluar dari lubangnya di dasar laut supaya orang mudah menangkapnya. Ikan itupun lalu ditangkap. Raja kafir memakannya dan ia segera sembuh.

Kemudian raja yang mukmin jatuh sakit, ia menderita sakit yang sama seperti yang diderita raja kafir.

Jumat, 11 Mei 2012

Air Mata Rasulullah SAW.....


Ada sebuah kisah ttg cinta yg sebenar-benar cinta yg dicontohkan Alloh melalui kehidupan Rasul-Nya.

Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap, Rasul SAW dg suara terbatas memberikan khutbah,

"Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Alloh dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kpd-Nya. Kuwariskan dua perkara pd kalian, Al-Qur'anul Karim dan sunnahku. Brgsiapa mencintai sunnahku, berarti mencintai aku dan kelak org-org yg mencintaiku akan msk surga bersama-sama aku". Khutbah singkat itu diakhiri dg pandangan mata Rasul SAW yg tenang dan penuh ksh menatap sahabatnya satu per satu.

Abu Bakar r.a. menatap mata itu dg berkaca-kaca, Umar r.a.dadanya bergemuruh, naik turun menahan tangisnya, Usman r.a. menghela nafas panjang, dan Ali r.a. menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. "Rasulullah akan meninggalkan kita semua" keluh hati semua sahabat di dunia.

Tanda-tanda itu semakin kuat,

Kamis, 10 Mei 2012

Kisah Nenek Pemungut Daun


Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid.

Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan. Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya. Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya.

Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang. Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut.

Senin, 30 April 2012

Kisah Tempe Setengah Jadi


Abah dan Emak tinggal di sebuah desa yang cukup terpencil. Setiap hari, mereka bekerja membuat tempe untuk kemudian Abah menjualnya ke pasar. Jualan tempe merupakan satu-satunya sumber pendapatan mereka untuk bertahan hidup.

Pada satu pagi, Abah jatuh sakit, Emak pun mengambil alih tugas menjual tempe. Saat tengah bersiap-siap untuk pergi ke pasar menjual tempenya, tiba-tiba Emak sadar bahwa tempe buatannya hari itu masih belum matang, masih separah jadi.

Emak merasa sangat sedih karena tempe yang masih muda dan belum matang pastinya tidak akan laku. Itu artinya, untuk hari itu, mereka tidak akan mendapatkan pemasukan. Ketika Emak dalam kesedihan, tiba-tiba Abah mengingatkan Emak bahwa Allah Swt mampu melakukan perkara-perkara ajaib karena tiada yang mustahil bagi-Nya.

Emak pun mengangkat kedua tangannya sambil berdoa, "Ya Allah, aku mohon kepada-Mu agar kacang kedelai ini menjadi tempe, amin." Begitulah doa ringkas yang dipanjatkan dengan sepenuh hatinya. Emak sangat yakin Allah pasti mengabulkan doanya.

Dengan tenang, Emak pun menekan-nekan bungkusan bakal tempe dengan ujung jarinya. Emak pun membuka sedikit bungkusan itu untuk menyaksikan keajaiban kacang kedelai itu menjadi tempe. Emak termenung seketika

Selasa, 20 Desember 2011

Keadilan Islam Taklukkan Seorang Yahudi

Alkisah, tatkala Ali r.a. pergi ke perang Shiftrin, ia kehilangan baju besinya. Lalu, ketika perang usai dan pulang kembali ke kota Kuffah, ia melihat baju besinya sendiri sedang berada ditangan seorang Yahudi. Lalu ia pun berkata kepada Yahudi itu, “Baju besi itu milikku, dan aku tidak pernah menjual ataupun memberikannya”.

Yahudi menjawab, “Baju besi ini milikku dan ada di tanganku”.

Lalu Ali r.a. menimpali, “Kalau begitu, mari kita menuju hakim!”.

Kemudian, ketika berada di depan hakim, Ali r.a. maju dan duduk disamping Hakim Syuraih, seraya berkata, “Seandainya saja ia bukan seorang Yahudi niscaya aku akan duduk disampingnya dalam pengadilan. Akan tetapi aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Hinakanlah mereka (Yahudi) karena Allah telah menghinakan mereka juga”.

Syuraih mulai berkata, “Sebutkan dakwaan Anda, Amirul Mu’minin!”

Allah SWT Kagum Dengan Perbuatan Kalian Berdua

Alkisah, seseorang mendatangi Rasulullah SAW seraya berkata, “Ya Rasul, saya kelaparan”. Lalu Rasulullah SAW mendatangi salah seorang istri beliau, tetapi istri beliau tersebut menjawab, “Demi Allah, aku tidak punya apa-apa dan yang ada hanya air”.

Setelah itu, Rasul mendatangi istrinya yang lain tetapi dijawab juga dengan ucapan yang sama hingga beliau mendatangi semua istri beliau dan semuanya menjawab dengan jawaban yang sama, “Demi Allah, aku tidak punya apa-apa dan yang ada hanya air saja”. Kemudian, Rasulullah SAW mengumumkan, “Siapa yang mau menjamu tamu pada malam ini? Semoga Allah merahmatinya”.

Tiba-tiba seorang lelaki dari kaum Anshar berdiri dan berkata,

Minggu, 18 Desember 2011

Aku Lebih Memilih Meninggal Daripada Berbohong

Suatu saat, tatkala api revolusi meletus untuk melawan penjajah Inggris di India, umat Islam menjadi pahlawan-pahlawan yang berada di barisan paling pertama. Mereka melawan kekuatan imperialis Inggris dengan penuh keberanian dan rela mati syahid demi membela agama dan Negara mereka.

Kemudian, suatu hari pada tahun 1857, Inggris berhasil menangkap seorang syekh besar muslim India, yang bernama Ridhallah al-Badawani, dengan tuduhan terlibat dalam aksi revolusi melawan kekuatan Inggris.

Lalu, syekh ditemani oleh seorang pengacara Inggris yang terkenal untuk membelanya dalam setiap persidangan. Pengacara ini sangat kagum dengan keberanian dan kegagahan syekh, hingga ia sangat berhasrat untuk membuat justifikasi hokum untuk membebaskan syekh tersebut. Pengacara itupun meminta bantuan kepada para teman dekat syekh agar mau membujuk syekh agar mau menolak tuduhan yang dilemparkan dihadapan majelis persidangan Inggris nanti.

Tidak lama kemudian, syekh dipanggil dalam sebuah persidangan militer Inggris. Pengacara tsb masih saja menemani syekh. Tatkala ada kesempatan, pengacara itu membisiki syekh,